Senin, 26 Oktober 2009

laporan mikrobiologi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang
Mikroorganisme sangatlah kecil untuk dilihat dengan mata telanjang sehingga perlu dilihat dengan menggunakan mikroskop. Karena mikroorganisme dan bagian-bagian komponennya sangat kecil (Tortora, et al, 2003).
Dunia mikroorganisme terdiri atas berbagai kelompok jasad renik (makhluk halus). Kebanyakan bersel satu atau uniseluler. Ciri utama yang membedakan kelompok mikroorganisme tertentu dari mikroba yang lain adalah organisasi bahan selulernya. Dunia mikroba terdiri dari monera (Virus dan simnobakteri), protista, fungsi (Khamir dan kopang), algae (mikroskopis), dan protozoa. Perbedaan ini penting untuk memisahkan semua protista menjadi kategori utama, yakni prokariota dan sukariota (waluyo, 2007).

1.2Maksud dan Tujuan
Maksud dari praktikum ini yaitu, agar para praktikan dapat mengetahui macam-macam mikroorganisme dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba.
Tujuan dari praktikum ini, yaitu untuk meneliti jumlah nisbi mikroorganisme yang penyebarannya di lingkungan perairan.

1.3Waktu dan Tempat
Praktikum dengan materi mikroorganisme perairan dilaksanakan pada hari senin, tanggal 17 November 2008, pukul 15.00-17.00 di laboratorium Ilmu-ilmu Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan, Universitas Brawijaya, Malang.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Pengertian Mikroorganisme
Mikroorganisme adalah sebuah organisme kehidupan yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Ukuran yang digunakan untuk mikroorganisme adalah mikrometer (µm) ; 1µm = 0,001 milimeter, 1 nanometer = 0,001 µm. Mikroorganisme dapat ditemukan dimana-mana dan sangat berperan dalam semua kehidupan di muka bumi. Kaitannya dengan makanan, mereka dapat menyebabkan atau mencegah pembusukan atau bahkan menyebabkan kita sakit. Mikroorganisme dapat dibagi menjadi beberapa kelas, diantaranya bakteri, fungsi, dan virus (Anonymous, 2000).
Dunia mikroorganisme terdiri dari berbagai kelompok jasad renik (makhluk halus). Kebanyakan bersel satu atau uniseluler. Ciri utama yang membedakan kelompok mikroorganisme tertentu dari mikroba lain adalah organisasi bahan selulernya (Waluyo, 2007).

2.2 Macam-macam Mikroorganisme
Bakteri
Bakteri banyak terdapat pada unit pengolahan biologi dengan biofilter dan pada lumpur aktif, bakteri berfungsi untuk mendegradasi zat organik.
Jamur
Jamur lebih banyak terdapat pada biofilter daripada lumpur aktif. Jamur muncul pada kondisi PH rendah.
Alga
Alga biasanya terdapat pada permukaan biofilter dengan syarat terdapat makanan yang cukup.
Protozoa
Protozoa lebih banyak terdapat di biofilter (Anonymous, 2008).
Dunia mikroorganisme terdiri dari lima kelompok organisme ; bakteri, protozoa, virus, serta algae dan cendawan mikroskopis (Pelezar dan Chan, 1988).
Dunia mikroba terdiri dari monera, (Virus dan sianobakteri), protista, fungsi, (khamir dan kapang), Alga (mikroskopis), dan protozoa (Waluyo, 2007).

2.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan Mikroorganisme
Nutrien
Jasad renik heterotrof membutuhkan nutrien untuk kehidupan dan pertumbuhannya yaitu sebagai : 1) sumber karbon, 2) sumber nitrogen, 3) sumber energi, 4) dan faktor pertumbuhan, yakni mineral dan vitamin.
Nutrien tersebut dibutuhkan untuk membentuk energi dan menyusun komponen-komponen sel. Setiap jasad renik bervariasi dalam kebutuhannya akan zat-zat nutrisi tersebut.
Tersedianya Air
Sel jasad renik memerlukan air untuk hidup dan berkembang biak. Pertumbuhan jasad renik di dalam suatu bahan sangat dipengaruhi oleh jumlah air yang tersedia. Selain merupakan bagian terbesar komponen sel (70-80%), air juga dibutuhkan sebagai reaktan dalam berbagai reaksi biokimia. Tidak semua air yang tersedia dapat digunakan oleh jasad renik.
Tinggi sample yang teretak diantara kaca benda dan kaca penutup adalah 402 mm, jumlah sel dalam kotak besar dapat dihitung, kemudian dihitung jumlah sel rata-rata dalam kotak besar.
Jumlah sel per ml sampel = jumlah sel perkotak besar x 1,25 x P6.
Metode Breed
Dalam metode breed, luas areal pandang mikroskopis yang akan digunakan harus dihitung terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengukur diameter areal pandang menggunakan mikrometer yang dapat dilihat melalui lensa minyak emersi. Mikrometer yang digunakan adalah mikrometer gelas. Objek yang mempunyai skala kecil 0,01 mm. Areal pandang mikroskop biasanya mempunyai ukuran 14-16 skala atau 0,14-1,16 mm. Tetapi beberapa mikroskop mempunyai ukuran diameter areal pandang lebih dari 0,1 mm. luas areal pandang mikroskop dapat dihitung dengan rumus :
luas areal pandang mikroskop = Pr2 mm2 = cm2
r = jari-jari (mm) areal pandang
Metode Hitungan Cawan
Prinsip dari metode hitungan cawan adalah bila sel mikrobe yang masih hidup ditumbuhkan pada medium, maka mikrobe tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dan kemudian dihitung tanpa menggunakan mikroskop.
Metode MPN (Most probable Number).
Perhitungan MPN berdasarkan pada jumlah tabung reaksi yang positif. Yakni yang ditumbuhi oleh mikrobe setelah inkubasi pada suhu tertentu (Waluyo, 2007).
Nilai PH
Nilai PH medium sangat berpengaruh pada jenis mikrobe yang tumbuh. Jasad renik pada umumnya dapat tumbuh pada kisaran PH = 3-6 unit. Kebanyakan bakteri mempunyai PH, optimum yakni PH dimana pertumbuhannya optimum, sekitar PH 6,5-7,5. pada PH di bawah 5,0 dan di atas 8,5, bakteri tidak dapat tumbuh dengan baik. Kecuali bakteri asam asetat (Acetobacter Cuboxydans) dan bakteri yang mengoksidasi sulfur.
Suhu
Masing-masing jasad renik mempunyai suhu optimum, minimum, dan maksimum untuk pertumbuhannya. Hal ini disebabkan di bawah suhu minimum dan di atas suhu maksimum, aktivitas enzim akan terhenti, bahkan pada suhu yang terlalu tinggi akan terjadi denaturasi enzim (Waluyo, 2007).

2.4 Pengertian Sterilisasi
Sterilisasi yaitu, 1 proses penahan total semua mikroba dan organ lain yang dapat hidup dalam lingkungan atau meterial dengan cara-cara atau kimiawi, 2 perlakuan untuk mencadangkan kesanggupan berkembang biak pada ke semua manusia dengan hilangan menghilangkan alat kelamin atau menghindari fungsinya (Rifa’I, 2004).
Yang dimaksud dengan sterilisasi dalam mikroniologi adalah suatu proses untuk mematikan semua organisme yang terdapat pada atau di dalam suatu benda (Hadioetomo, 1985).
Sterilisasi adalah proses yang menghancurkan semua bentuk kehidupan (Pelezar dan Chan, 1988).


2.5 Pengertian PCA + Media
Media adalah bahan untuk kultur bakteri, sel atau Jaringan (Yatim, 2007). Media adalah zat kimia yang digunakan untuk memamerkan atau mengawetkan spesimen ; zat hara yang mengandung protein, karbohidrat, garam, air dan lain-lain, baik berupa cairan maupun yang dipadatkan dengan penmbahan gelatin atau agar-agar untuk menumbuhkan bakteri, sel, kalus atau jaringan tumbuhan (Rifa’I, 2004).
PCA (Plant Count Agar) terdiri dari Formula : casein-pepton glukosa yeast extract agar, PCA harus disimpan pada suhu 150C – (+)250 C dan penyimpanannya di tempat kering dan tertutup rapat. PH akhir PCA = 7,0 , 0,2 pada 250 C (Anonymous, 2008).

2.6 Cara Perhitungan Bakteri
Cara hitungan mikroskopik
- Metode Petroff – hausser
Dalam metode ini, hitungan mikroskopik dilakukan dengan pertolongan kotak-kotak skala, dimana di dalam setiap ukuran skala seluas 1 mm2 terdapat 25 buah kotak besar dengan luas 0,04 mm2 dan setiap kotak besar terdri dari 16 kotak-kotak kecil (Waluyo, 2007).
Cara menghitung bakteri untuk membuat grafik pertumbuhan itu menggunakan metode penuangan yaitu inokukan disebarkan pada agar-agar lempengan selama 8 jam kemudian daripada penuangan kolomi-koloni yang tumbuh pada medium telah dapat dihitung. Cara lain untuk menghitung jumlah bakteri dalam piaraan seperti tersebut di atas ialah penghitungan dengan mikroskop (Dwiojo Seputro, 2005).




BAB III
METODOLOGI

3.1 Alat dan Fungsi
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum adalah :
Waterbath : inkubasi media cair dengan suhu yang bisa ditentukan .
Incase : menginkubasi media pada suhu ruang 35-370 C.
Erlen meyer : sebagai tempat pembuatan PCA.
Cawan Petri : sebagai media biakan.
Autoklaf : untuk mensterilisasikan media dengan suhu 1210C atau tekanan 0,1 Mph (sterilisasi basah).
Colony counter : untuk menghitung bakteri.
Kompor : untuk memanaskan suhu pada cawan Petri.
Bunsen : untuk pengkondisian aseptis.

3.2 Bahan dan Fungsi
Bahan-bahan yang digunakan pada saat praktikum adalah :
Kertas label : untuk menandai cawan Petri dan tabung reaksi.
PCA : sebagai media pembiakan organisme.
Kertas Koran : untuk membungkus cawan Petri yang terdapat di dalamnya.
Tali : untuk mengikat benda.
Spirtus : digunakan sebagai bahan bakar Bunsen.

3.3 Skema Kerja
1) Sterilisasi

































2) Pembuatan Media


























3) Penanaman

4) Perhitungan Koloni












5) Pendinginan Media

4.2 Analisa Prosedur
Praktikum dengan materi mikroorganisme perairan, memerlukan bahan dan alat sebagai berikut : cawan Petri (2), kertas label, kolony counter, autoklaf, oven, kompor, medium agar steril, kertas permanen, benang dan spirtus. Langkah pertama, dilakukan sterilisasi terlebih dahulu ini bertujuan untuk mematikan jasad renik atau mikroorganisme dalam suatu media. Siapkan 2 cawan Petri lalu dibungkus Koran, ditali, dan dimasukkan ke dalam autoklaf, dinaikkan suhunya, hingga 2000F, lalu disterilisasi selama 15 menit dicatat hasilnya.
Langkah kedua, pembuatan medi, siapkan PCA, ditimbang 17,5 gram dan aquadest diukur 480 ml. Kedua bahan tersebut dimasukkan ke erlen meyer lalu diaduk hingga larut dengan spatula. Setelah itu, ditutup dengan kapas pada mulut erlen meyer, dibungkus Koran dan ditali dan dihomogenkan (dengan cara dipanaskan dalam waterbath hingga bening) lalu, disterilisasi basah dan catat hasilnya.
Langkah ketiga, PCA hangat dituangkan ke dalam cawan Petri ± 20ml dan didinginkan, kemudian dibalik, dibungkus plastik dan diikat lalu disimpan dalam kulkas dan catat hasilnya.
Langkah keempat, penanaman. Siapkan media PCA beku (2) lalu, cawan 1 dibuka 10 menit. Yang satunya ditiup, kemudian keduanya ditutup, dibalik dan dibungkus dengan plastik. Jangan lupa, tempelkan kertas label yang bertuliskan nama kelompok dan jam saat percobaan berlangsung, lalu diinkubasi dan dicatat hasilnya.
Langkah kelima, perhitungan koloni. Siapkan cawan yang berisi medium, dikeluarkan dari incase dan dihitung koloni yang tumbuh dengan koloni counter lalu dicatat hasilnya.
Tujuan pemanasan : untuk menumbuhkan mikroba atau bakteri.
Tujuan perlakuan ditiup dan dibuka : agar bakteri dapat masuk. Hal ini dilakukan untuk membedakan bakteri yang tumbuh dari masing-masing perlakuan.
PCA : metode yang digunakan untuk menghitung jumlah mikroba atau bakteri.


4.3 Analisa Hasil
Dalam percobaan mikroorganisme ini ada 2 perlakuan yang dilakukan pada cawan Petri, pertama cawan Petri diberi perlakuan yaitu ditiup dengan mulut dan dibiarkan, setelah itu, diinkubasi di dalam incase selama 2 hari, didapat hasilnya bahwa cawan Petri tersebut didapatkan koloni yang terlalu banyak untuk dihitung atau TBUD.
Pada cawan Petri kedua diberi perlakuan selama 5 menit dan setelah itu diinkubasi selama 2 hari didapatkan hasil bahwa jumlah koloninya TBUD.
Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa di lingkungan sekitar banyak sekali terjadi bakteri yang ada. Tidak menutup kewajiban di dalam tubuh kita sendiri seperti di dalam mulut.





BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa :
Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil (biasanya kurang dari 1 mm) sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan.
Macam-macam mikroorganisme terdiri dari bakteri, protozoa, virus, alga.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan antara lain suhu, PH, Oksigen, Tekanan osmotik, Zat hara.
Sterilisasi adalah suatu proses untuk mematikan semua organisme yang terdapat pada suatu benda.
Media adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat hara yang berguna untuk membiakkan mikroba.
Pengukuran jumlah sel adalah pengukuran dalam jumlah sel per unit volume biakan yang dapat dilakukan dengan cara langsung maupun tidak langsung.
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum adalah :
- Waterbath - Autoklaf
- Incase - Colony Counter
- Erlen meyer - Kompor
- Cawan petri - Bunsen
Bahan yang digunakan dalam praktikum adalah :
- Kertas label - Tali
- PCA - Spirtus
- Kertas koran
Data Hasil Pengamatan :
Kelompok
Dibuka
Dibuka dan ditutup
11
246
74
12
146
118
13
118
146
14
74
246

5.2 Saran
Dari praktikum yang telah dilaksanakan, yang dapat saya sampaikan adalah untuk para asisten diharapkan menjelaskan materi dengan jelas dan teliti pada praktikum selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous, 2008. http// manglayang blogsome : comel / 2006 /05 /
diakses pada tanggal 19 November 2008 pukul 13.00 WIB.
Rifai M, 2004. Kamus Bio. Balai Pustaka : Jakarta
Tortora. G.J, 2003. Microbiology an Introduction. An imprint of Addison Wesley Logman. Inc : San Fransisco Boston New York
Waluyo. L, 2007. Mikrobiologi Umum. Edisi Revisi. Balai Pustaka : Jakarta
Pelezar dan Chan, 1998. Dasar – dasar Mikrobiologi. Company Book Mc.Graw Hill
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Data Hasil Pengamatan






Dibuka Ditutup

Kelompok
Perlakuan

A. Dibuka
B. Dibuka Dan Ditutup
11
246
74
12
146
118
13
118
146
14
74
246

Kel 11 = x = 160 x 102
Kel 12 = x = 132 x 102
Kel 13 = x = 132 x 102

Kel 14 = x = 160 x 102

=
=
= 146 x 102

Tidak ada komentar:

Posting Komentar